Darmawan Sigit Pranoto

Dengan posisi terakhir sebagai Kepala Seksi, Darmawan Sigit Pranoto telah hampir dua dekade berkarier di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan, sebelum menjalani penugasan di unit investigasi Komisi Pemberantasan Korupsi pada 2020.

Latar belakang pendidikan Darmawan adalah Diploma Keuangan Negara STAN, di jenjang Diploma III dengan kekhususan Kepabeanan dan Cukai serta jenjang Diploma IV dengan kekhususan Akuntansi. Kemudian berlanjut di S2 Analisis Kebijakan Publik Universitas Indonesia.

Darmawan pernah menjadi Ketua Umum Badan Legislatif Mahasiswa STAN dan Ketua Himpunan Mahasiswa Pascasarjana FIA UI. Semasa menjadi Ketua BLM STAN, ia membentuk Badan Audit Kemahasiswaan untuk mendorong transparansi dan akuntabilitas organisasi mahasiswa di kampus keuangan negara tersebut, menyelenggarakan Pemira secara serentak untuk pertama kali yang memungkinkan pesta demokrasi mahasiswa berjalan secara efisien, serta membesarkan komunitas Spesialisasi Anti Korupsi (Speak) menjadi unit kegiatan mahasiswa yang mandiri dan eksis hingga kini. Sementara saat menjadi Ketua HMP FIA UI, Darmawan dengan jargon “Dekat & Bermanfaat” mendorong tingkat kelulusan mahasiswa pascasarjana melalui berbagai program asistensi kelulusan, serta menggelar berbagai kegiatan inovatif seperti seminar nasional netralitas ASN bekerja sama dengan KASN, audiensi dengan KPK, aksi mengajar dan penggalangan donasi untuk perpustakaan keliling berkolaborasi dengan SalamAid, menerbitkan buku Bunga Rampai Ilmu Administrasi, dan sebagainya.

Darmawan juga menginisiasi digelarnya Sekolah Strategi, sebuah program pelatihan kepemimpinan generasi muda yang rutin diselenggarakan sejak tahun 2011. Dan bertepatan dengan usia 25 tahun Reformasi, termasuk dengan mengintegrasikan Sekolah Strategi ke dalamnya, ia kembali berkolaborasi bersama rekan-rekan intelektualnya dengan mendirikan Indonesia Reform Project.

Untuk menyebarkan pemikirannya, Darmawan berkarya melalui buku, di antaranya:

  1. Sejarah Filosofis Bea Cukai (2015)
  2. Satu Korsa (2017)
  3. Teori Telik Sandi (2019)

Bukunya, Sejarah Filosofis Bea Cukai, telah dikoleksi salah satunya oleh National Library of Australia.

Selain itu, gagasannya tersebar pula di berbagai media massa, seperti Bisnis Indonesia, Koran Sindo, dan Detik; jurnal ilmiah Integritas; serta forum akademik ECPR General Conference, University of Innsbruck, Austria.